FAKTANASIONAL.NET – Sekitar seribu Orang Muda Katolik dari empat paroki menggelar kegiatan Pawai JOMM di Toba pada Jumat (26/6/2026) siang.
Kegiatan pawai keagamaan ini merupakan bagian dari rangkaian Jumpa Orang Muda Misioner Provinsi Jawa Distrik Kalimantan Barat Tahun 2026.
Peserta yang memadati rute pawai tersebut berasal dari Paroki Bunda Maria Jeruju Pontianak, Paroki Santo Petrus Kanisius Tayan Hilir, Paroki Santo Fransiskus Xaverius Meliau, dan Paroki Kristus Raja Semesta Alam Toba.
Rangkaian acara yang melibatkan kaum muda ini dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Patih Sugan yang berlokasi di Dusun Teraju Barat Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah tersebut mencerminkan tingginya semangat persaudaraan, pelayanan, dan kebersamaan antarumat Katolik di wilayah Kalimantan Barat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pastor Matias Dacosta bersama barisan pastor lainnya yang mendampingi para pemuda dari masing-masing paroki.
Sebelum melangkahkan kaki dari titik kumpul, panitia penyelenggara memberikan arahan tegas kepada seluruh peserta untuk senantiasa mematuhi aturan berlalu lintas.
Peserta juga diwajibkan menjaga keselamatan pribadi maupun kelompok serta menaati seluruh ketentuan yang berlaku selama berada di jalan raya.
Rute Pawai JOMM di Toba ini secara berurutan melintasi Lapangan Patih Sugan, Pasar Lama Teraju, dan Simpang Empat Kantor PT DSM Teraju.
Rombongan pawai kemudian melanjutkan perjalanan melintasi Jalan Trans Kalimantan hingga Simpang Tiga Mungguk Rongit sebelum akhirnya mengakhiri rute di Gereja Katolik Kristus Raja Semesta Alam.
Aparat keamanan dari Polsek Toba dan Koramil Toba juga tampak hadir di lokasi guna mengawal pergerakan massa sekaligus memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara.
Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu memastikan jajarannya hadir di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas demi keamanan ribuan peserta hingga ke garis akhir.
“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan dilaksanakan secara maksimal melalui koordinasi yang baik dengan panitia, tokoh agama, serta unsur terkait. Kehadiran personel Polri di lapangan bertujuan memberikan rasa aman, menjamin kelancaran arus lalu lintas, serta mendukung masyarakat agar dapat menjalankan kegiatan keagamaannya dengan nyaman dan tertib,” ungkapnya.
Arnold menambahkan bahwa kelancaran jalannya pawai ini tidak lepas dari tingkat kedisiplinan yang tinggi dari para peserta Orang Muda Katolik tersebut.
Seluruh rangkaian pawai keagamaan ini akhirnya berhasil diselesaikan dengan tertib tanpa menimbulkan hambatan maupun gangguan berarti bagi para pengguna jalan raya lainnya.
(*Red)











