Hj. Nety Herawati: “Jangan Sampai Warga Membutuhkan Justru Tidak Terdata Bansos”

FAKTA NASIONAL.NET- Akurasi data penerima Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, masih belum sempurna. Ada keluarga kaya yang mendapat Bansos, sebaliknya ada keluarga miskin yang tidak dapat Bansos.

BACA JUGA

22.000 Penerima Bansos di Bekasi Distop, Terindikasi Judol

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Hj Nety Herawati mendorong lahirnya Gerakan Peduli Tetangga untuk membantu  akurasi data penerima Bantuan Sosial (Bansos), baik yang berasal dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, pada Jumat, 18 September 2026.

Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan kondisi sosial ekonomi warga di lingkungannya.

Karena itu, kepedulian antarwarga dapat menjadi sumber informasi penting dalam proses pemutakhiran data Bansos, terutama ketika terjadi perubahan kondisi ekonomi keluarga di sekitarnya.

“Jangan sampai ada warga yang sebenarnya sudah tidak memenuhi kriteria tetapi masih menerima bantuan. Sebaliknya, jangan sampai ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tidak terdata. Di sinilah pentingnya kepedulian kita terhadap tetangga,” ujar Nety Herawati , Jumat (18/9/2026).

BACA JUGA

Kemensos Salurkan Bansos Agustus 2026, Pengecekan Status Kini Bisa Digunakan Lewat NIK KTP

Ia menegaskan, Gerakan Peduli Tetangga bukan dimaksudkan untuk menghakimi atau mempersoalkan penerima bansos, melainkan membangun kesadaran bersama agar data yang digunakan pemerintah semakin akurat dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Setiap informasi dari masyarakat, lanjutnya, tetap harus disampaikan melalui mekanisme yang resmi dan dilakukan verifikasi oleh pemerintah desa atau kelurahan serta instansi terkait.

“Informasi dari masyarakat adalah bahan awal. Keputusan mengenai kelayakan seseorang warga menerima bantuan tetap harus melalui proses pendataan, verifikasi dan validasi oleh pihak yang berwenang,” katanya.

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara itu, juga menyoroti pentingnya pemutakhiran data secara berkala.

Kondisi ekonomi masyarakat tidak bersifat permanen. Seseorang yang hari ini membutuhkan bantuan belum tentu berada dalam kondisi yang sama beberapa tahun kemudian.