Produksi Batu Bara 700 Juta Ton, RI Berpotensi Raup Rp1.682 Triliun

Ilustrasi batubara. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Indonesia berpotensi meraup pendapatan penjualan batu bara hingga Rp1.682 triliun pada 2026 jika target produksi meningkat menjadi 700 juta ton.

Kenaikan target tersebut menyusul rencana relaksasi terbatas produksi batu bara yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Saat ini, target produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 mencapai 600 juta ton. Melalui relaksasi tersebut, pemerintah membuka peluang peningkatan produksi untuk memanfaatkan kenaikan harga komoditas energi sekaligus mendorong pemasukan devisa.

Bahlil, yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, menyebut harga batu bara telah mencapai US$154 per ton untuk jenis dengan nilai kalori 6.330 kcal/kg GAR.

“Dan sekarang ini mencapai US$154 per ton untuk kalori 6.330, dan harapan kita memang harganya bagus, produksinya kita naikkan, dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand,” kata Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, sebagaimana dikutip pada Selasa (20/10/2026).

Ia menegaskan, kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan penerimaan devisa dalam waktu dekat.

“Tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk,” kata Bahlil.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, sebelumnya menyampaikan bahwa revisi RKAB 2026 telah disetujui untuk target produksi batu bara dan nikel. Produksi batu bara ditargetkan mencapai 700 juta ton, sedangkan nikel berada di kisaran 290 juta ton.