Dalam laporannya, tim juga menemukan bahwa paparan berita negatif yang terus menerus akan menantang asumsi mendasar tentang keadilan dan kebajikan dunia.
Psikolog Dr Susan Albers mengatakan doomscrolling dapat memperburuk masalah kesehatan mental, insomnia, dan persepsi terhadap realitas. Pasalnya, paparan berita atau informasi di media sosial dapat memicu atau bahkan memperburuk perasaan depresi.
“Saat kita depresi, kita sering mencari informasi yang dapat mengonfirmasi apa yang kita rasakan. Dan banyak orang yang tidak sadar bahwa itu malah akan memperburuk perasaan depresinya,” terang Dr Albers.
Untuk menghindari efek negatif dari doomscrolling, psikolog tersebut mengajak semua orang untuk belajar mengendalikan dan membatasi konsumsi berita dan media sosial mereka. Mulai dari mengambil jeda dari media sosial hingga fokus pada masa sekarang.
“Menjaga jarak emosional yang sehat dari hal-hal negatif pada akhirnya dapat membantu Anda sehat secara mental,” tukas Albers.








