Meski gagal lolos ke final, Pelatih putri Sumut, Muhammad Andika sudah memprediksi tim lawan memiliki perlawanan hebat. Diperkuat mantan atlet pelatnas, tidak membuat gentar pemainnya. Meski harus menyerah tiga set langsung.
“Tak segampang itu kita memberikan kemenangan itu pada tim DKI Jakarta. Bukan berarti kita kalah. Karena, tidak ada yang tidak mungkin untuk meraih kemenangan. Ini mereka tunjukkan permainan terbaik mereka. Walaupun, pasangan Amanda dan Nida baru kali ini dipasangkan di PON,” ujar Andika.
Terkait peluang emas di PON, Andika masih optimis bisa direbut melalui nomor tunggal putra dan putri. “Untuk tunggal putra, kita berharap penuh dengan Habibi Wahid mendapat medali dan putrinya Vina yang waktu di Merauke mendapatkan 4 medali emas,” ujar Andika.
Sementara, Amanda mengaku bangga bisa persembahkan medali bagi cabor tenis meja Sumut. Apalagi, raihan ini sekaligus memecahkan kegagalan tenis meja Sumut yang sejak 20 tahun haus akan medali.
“Bangga ya bang dan senang menjadi bagian dari tim PON Sumut. Apalagi medali ini sudah lama kami nanti. Mudah-mudahan medali ini bisa menjadi semangat cabor tenis meja Sumut bisa lebih baik lagi,” kata Amanda didampingi Nida. [sel]











