Bendungan Temef yang dibangun sejak tahun 2017 ini memiliki luas genangan 298 hektare dan memiliki kapasitas tampung air hingga 45 juta meter kubik air.
“Itu sangat besar sekali. Yang akan sangat bermanfaat bagi petani untuk menanam padi, jagung, ketela dan lain-lainnya. Dan juga bisa mengurangi banjir, mereduksi banjir di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan di Kabupaten Malaka,” kata Presiden.
Bendungan ini melengkapi jumlah bendungan yang telah dibangun pemerintah dalam 10 tahun terakhir, yaitu Bendungan Rotiklot, Bendungan Raknamo, dan Bendungan Napun Gete.
Diakhir sambutanya, Presiden menginstruksikan kepada Gubernur NTT dan Bupati Timur Tengah Selatan agar dapat manfaatkan Bendungan Temef ini untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di Timur Tengah Selatan dan juga masyarakat sekitar.
“Dan dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada pagi hari ini saya resmikan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.
Turut mendampingi Presiden RI saat peresmian ini, di anataranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pj. Gubernur NTT Andriko Noto Susanto. [asp]







