Mau Ekspor Mamin ke Australia? Berikut Bocoran Strateginya yang Disampaikan Atase Dagang RI untuk Canbbera

Kegiatan konsultasi bisnis bersama Perwakilan Perdagangan (Perwadag) RI di Luar Negeri bagi pelaku usaha partisipan Trade Expo Indonesia 2024 (TEI 2024) di ICE, BSD City, Tangerang, Banten/Humas Kemendag.

Ekspor mamin Indonesia ke Australia masih memiliki peluang yang menjanjikan. Banyaknya pameran produk mamin seperti National Multicultural Festival, Festival Indonesia Melbourne, dan Pasar Senggol juga menjadi kesempatan untuk mempromosikan produk mamin Indonesia.

Berdasarkan data yang diolah Atdag Canberra pada 2023, ekspor makanan (harmonized system code/kode HS 21) Indonesia ke Australia tercatat USD 29,3 juta dan ekspor minumannya (kode HS 22) USD 1,2 juta.

Pada Januari sampai Mei 2024, ekspor makanan Indonesia ke Australia tercatat USD 8,2 juta dan ekspor minumannya USD 600 ribu.

Sementara pada 2023, impor makanan dengan kode HS 21 Australia dari dunia tercatat USD 2,4 miliar dan impor minumannya USD 1,98 miliar.

Pada Januari sampai Mei 2024, impor makanan Australia dari dunia tercatat USD 1,07 miliar dan impor minumannya USD 760 juta.

Kompetitor produk makanan Indonesia yaitu Selandia Baru, Singapura, Amerika Serikat (AS), Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan Thailand. Kompetitor produk minuman Indonesia yaitu Selandia Baru, Prancis, Inggris, AS, dan Italia.

Perdagangan Indonesia–Australia

Berdasarkan data Trademap, nilai total perdagangan Indonesia–Australia tercatat USD 12,47 juta pada 2023. Angka tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Australia senilai USD 3,17 juta dan impor Indonesia dari Australia USD 9,29 juta.

Produk utama ekspor Indonesia ke Australia meliputi mesin dan reaktor nuklir; mesin listrik; bahan bakar minyak (BBM); kayu dan produk kayu; serta besi dan baja.

Adapun produk utama impor Indonesia dari Australia meliputi BBM; biji-bijian; ore, slim, dan grey; perhiasan; dan gula.

Pada sesi kedua, Haris membahas market intelligence pasar Australia. Hadir menjadi narasumber peneliti Export Expert Indonesia Fikrie Aldjoeffry.[zul]