Puncak kariernya mulai terlihat ketika pada 2018, ia diberi kepercayaan menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara. Di wilayah yang dikenal dinamis dan sering kali penuh tantangan politik, Teguh justru berhasil memimpin dengan tenang dan membawa Pilkada berjalan sukses tanpa kendala berarti.
Tidak berhenti di situ, pada 2020, di tengah pandemi COVID-19, Teguh kembali dipercaya sebagai Pj Gubernur Kalimantan Utara, memimpin Pilkada Serentak dengan lancar di masa penuh ketidakpastian.
Babak baru dalam karier Teguh Setyabudi dimulai ketika ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Jenderal Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda) pada 11 Maret 2022. Bagi Teguh, peran ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk memperkuat kemampuannya dalam menangani urusan pemerintahan konkuren.
Selama menjabat sebagai Dirjen Bangda, Teguh semakin memperkokoh reputasinya sebagai pemimpin yang mampu mengelola kerumitan birokrasi dengan elegan. Ia memastikan bahwa kebijakan pembangunan daerah yang digariskan pemerintah pusat dapat diimplementasikan dengan baik di berbagai wilayah Indonesia.
Kini, sebagai Dirjen Dukcapil sejak 2023, Teguh mengawal salah satu data terpenting negeri ini, yaitu data kependudukan. Di era transformasi digital yang terus berkembang, perannya dalam memastikan akurasi dan keamanan data menjadi semakin krusial.
“Data kependudukan adalah tulang punggung pelayanan publik, keakuratannya menjadi kunci dalam berbagai layanan masyarakat,” ucap Teguh dalam beberapa kesempatan.
Sebagai Pj Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi dipandang sebagai sosok yang tepat. Pengalamannya dalam memimpin daerah-daerah strategis, kemampuan menghadapi tantangan besar seperti pandemi, hingga keahliannya dalam menata pemerintahan daerah menjadikannya pilihan ideal untuk mengelola Jakarta.
Jakarta, dengan segala kompleksitasnya, membutuhkan pemimpin yang mampu berpikir cepat, bertindak tepat, dan menjalin komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat—karakteristik yang dimiliki Teguh.
Dalam kehidupan pribadi, Teguh adalah sosok yang rendah hati dan mudah bergaul. Istrinya, Ika Octaviana, selalu mendukung perjalanan panjang kariernya. Bersama, mereka dikaruniai dua anak Muhammad Rafiadi Setyapratama, seorang pilot Garuda Indonesia, dan Rahma Tyas Ayu Fairuztika, mahasiswa pascasarjana di Edinburgh University, Skotlandia.
Teguh, di balik kesibukannya sebagai pemimpin, tetap menjaga kehangatan dalam keluarganya, menunjukkan keseimbangan antara dedikasi terhadap negara dan keluarga.
Dengan dedikasi yang tinggi selama lebih dari tiga dekade, Teguh Setyabudi diharapkan mampu membawa Jakarta menghadapi era baru.[Zul]











