Forum replikasi inovasi yang akan dibangun bahkan dapat menjadi salah satu strategi utama untuk memfasilitasi diskusi, berbagi pengetahuan, serta mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil dalam proses pengembangan inovasi.
“Hingga tahun 2024, program replikasi inovasi telah berhasil diterapkan di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Gowa, Kabupaten Sumenep, dan Kota Serang, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam efektivitas pelayanan publik,” terangnya.
Tidak hanya itu, sebagai bagian dari penguatan replikasi inovasi, kolaborasi ini juga mendorong pemanfaatan aplikasi digital Tuxedovation. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah proses kolaborasi antar daerah, memonitor implementasi inovasi, dan mengevaluasi hasilnya secara lebih efisien.
Dengan pendekatan berbasis teknologi, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kinerja, mengurangi kesenjangan pembangunan, dan mencapai tujuan nasional yang lebih besar.
“Dengan memanfaatkan teknologi ini, diharapkan dapat tercipta sistem pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat di era digital,” pungkasnya.[zul]











