Marwan mengungkapkan bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan guru agama selama ini belum membuahkan hasil yang memadai. Kendati ia telah menyuarakan aspirasi ini dalam berbagai rapat resmi dan lobi informal dengan pejabat terkait, usulan tersebut kerap ditolak dengan alasan keterbatasan fiskal.
“Padahal, pemerintah dengan mudah menyetujui anggaran untuk hal lain, seperti Rp32 triliun untuk biofuel menjadi CPO, namun kesejahteraan guru agama tidak dianggap prioritas,” ujarnya.
Fraksi PKB berjanji akan terus memperjuangkan tunjangan profesi guru agama di Indonesia. Marwan menegaskan bahwa isu ini menjadi salah satu prioritas perjuangan partainya, baik di Komisi VIII maupun Badan Anggaran DPR RI.
“Tunjangan profesi guru agama akan menjadi prioritas perjuangan kami. Ini juga amanat dari Ketua Umum PKB, Gus Muhaimin Iskandar, agar kesejahteraan guru agama diperjuangkan. Kami berharap kendala ini tidak menghambat kerja mulia para guru agama dalam mencerdaskan generasi bangsa,” tutup Marwan. [dnl]
