Mampukah Kehadiran Sekolah Rakyat Tekan Angka Putus Sekolah di Singkawang?

Tampak udara pembangunan Sekolah Rakyat Sagatani. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Kota Singkawang berharap operasional Sekolah Rakyat mampu menekan Angka Putus Sekolah yang banyak dialami oleh anak dari keluarga kurang mampu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Singkawang Asmadi menyatakan bahwa program pendidikan ini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

Kehadiran institusi pendidikan gratis ini diproyeksikan dapat mendongkrak capaian Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Kota Singkawang secara signifikan.

Pemerintah daerah menargetkan rata-rata lama mengenyam pendidikan di kota tersebut dapat terus meningkat mendekati standar capaian nasional.

“Saat ini rata-rata lama sekolah di Kota Singkawang baru mencapai 8,28 tahun. Melalui Sekolah Rakyat kami menargetkan bisa meningkat menjadi 10 hingga 11 tahun sebagai langkah menuju standar nasional,” kata Asmadi.

Dinas Sosial secara aktif terus mengajak seluruh pemangku kepentingan dan insan pers untuk menyosialisasikan keberadaan sekolah ini guna menurunkan Angka Putus Sekolah.

Masyarakat luas perlu mendapatkan informasi utuh mengenai lokasi beserta fasilitas unggulan sekolah agar program pengentasan kemiskinan ini tepat sasaran.

“Saya berharap Diskominfo dan awak media aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai lokasi, fasilitas, dan berbagai keunggulan Sekolah Rakyat sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memanfaatkannya,” pungkasnya.

Di sisi lain Kementerian Sosial saat ini masih membutuhkan dukungan tenaga pengajar tambahan dari institusi Pemerintah Kota Singkawang.

Bantuan guru tersebut sangat dibutuhkan untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik selama masa transisi operasional sekolah hingga bulan September 2026.

Direktur Pemberdayaan Sosial Keluarga Miskin dan Rentan Kementerian Sosial Radika Sadiguna menyebutkan bahwa guru perbantuan akan bertugas mengawal kegiatan orientasi dan matrikulasi.

“Pengajar sudah direkrut dan kepala sekolah juga sudah mengikuti Bimtek di Jogja. Untuk sementara, kegiatan MPLS dan matrikulasi hingga September 2026 kami membutuhkan bantuan guru dari Pemkot Singkawang,” ungkapnya.

(*Red)

Exit mobile version