Untuk mempercepat target penyelesaian yang tepat waktu, Hutama Karya memaksimalkan tenaga kerja dan jam kerja, serta melaksanakan pekerjaan secara paralel berdasarkan Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) yang telah ditetapkan dan penggunaan teknologi canggih.
“Kami memanfaatkan teknologi Building Information Modeling (BIM) untuk mendeteksi potensi kesalahan dalam tahap finishing dan mencegah pekerjaan ulang,” imbuh Adjib.
Renovasi ini tidak hanya mencakup perbaikan struktur bangunan, tetapi juga membangun fasilitas yang lebih modern dan lengkap.
Setelah renovasi, setiap sekolah akan dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang kelas yang lebih nyaman, perpustakaan, laboratorium bahasa dan IPA, laboratorium komputer, mushola, serta fasilitas lift untuk mendukung mobilitas guru dan siswa.
Setiap gedung baru akan mampu menampung 1.024 siswa dengan 32 kelas, dan menyediakan ruang bagi sekitar 40 guru. Proyek ini diharapkan dapat mengakomodasi jumlah peserta didik yang terus meningkat, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif guna mendukung pencapaian akademik yang lebih baik.
“Melalui proyek renovasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di DKI Jakarta. Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif, serta mampu mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global,” pungkas Adjib.[zul]
