Lebih lanjut dia menerangkan, meskipun secara sarana dan prasarana taman sudah siap, namun ada beberapa tantangan yang masih dalam proses penyelesaian, terutama terkait penerimaan masyarakat di sekitar taman.
“Semua taman dipastikan dalam pengawasan CCTV dan petugas jaga. Namun, ada kekhawatiran dari warga sekitar mengenai potensi gangguan ketertiban pada malam hari,” katanya.
Maka dari itu, ujar Ivan, terkait aktivasi taman perlu melibatkan berbagai unsur wilayah seperti pihak wali kota, RT/RW dan masyarakat setempat.
“Seperti Tebet Ecopark termasuk yang kita siapkan di tahap pertama, tapi ada resistensi dari lingkungan. Karena itu, koordinasi dengan aparat kewilayahan yang juga melibatkan masyarakat masih terus dilakukan,” ungkapnya. [zul]











