“Diforum ini kita juga mengakselerasi program kemanusiaan berbasis dampak melalui pendekatan inovatif dan berbasis riset. Kami juga ingin menginspirasi lebih banyak individu dan institusi untuk berkontribusi dalam transformasi sosial yang inklusif,” katanya.
Sedangkan sebagai aksi nyata, terang dia, Yakesma telah menjalankan program Ibu Tangguh yang memberikan pendampingan dan modal usaha bagi kelompok perempuan di tanah air.
Selain itu, Yakesma juga terlibat dalam program Kampung Madani dan Kampung Zakat yang bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag). Kegiatan yang berlangsung di 23 lokasi di Indonesia tersebut menjalankan program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan dakwah.
Selain itu, terang Sahabuddin, Yakesma juga berperan dalam membantu komunitas Muslim Indonesia di luar negeri melalui program Masjid Lima Benua, yang telah berjalan di Belanda dan Jepang, dan akan diperluas ke negara lain.
la juga menegaskan bahwa Yakesma berkomitmen untuk terus menjaga kepatuhan terhadap syariah, regulasi, dan prinsip kebangsaan dalam tata kelolanya.
“Di sini kami dibimbing, diarahkan oleh regulator, harus taat Syariah, taat regulasi, saat NKRI, semuanya diatur dalam tata kelola pelaksanaan Yakesma,” pungkas Sahabuddin.[zul]











