“Jika masyarakat sudah mengetahui jadwal keberangkatannya, misalnya hari Kamis pukul tiga sore, mereka bisa merencanakan perjalanan dengan lebih baik, sehingga dapat menghindari antrean panjang atau kemacetan di jalan tol,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri. Ia menyoroti potensi kemacetan di penyeberangan Merak-Bakauheni yang kerap terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurut Mukhlis, meskipun pemerintah telah berupaya mengurangi kemacetan dengan membuka dua pelabuhan terpisah untuk kendaraan roda dua dan truk, permasalahan masih terjadi pada kendaraan roda empat dan bus.
Apa lagi prediksi kenaikan jumlah pemudik pada tahun ini diperkirakan mencapai 10 persen berdasarkan survei Kementerian Perhubungan
Mukhlis menekankan pentingnya kualitas kapal yang digunakan. “Yang pertama, kapal yang disiapkan harus layak jalan,” katanya.
Lebih lanjut, Mukhlis mengusulkan agar PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan kapal berkapasitas lebih besar, seperti Portlink III yang mampu menampung hingga 350 kendaraan roda empat.
“Jika ada tiga kapal dengan kapasitas besar di penyeberangan ini saat puncak arus mudik Lebaran, kemungkinan tidak akan terjadi penumpukan dan kemacetan penumpang di Merak dan Bakauheni,” jelasnya.
Mukhlis berharap langkah-langkah ini dapat membantu kelancaran arus mudik Lebaran 2025, sehingga perjalanan masyarakat lebih lancar dan aman.[zul]










