Data terbaru dari IMF menegaskan bahwa meskipun diversifikasi mata uang mulai terjadi, cadangan devisa global masih didominasi oleh dolar AS.
Dominasi ini memiliki implikasi besar pada kebijakan ekonomi internasional dan stabilitas pasar keuangan.
Posisi dolar AS yang kuat memengaruhi nilai tukar, perdagangan internasional, dan bahkan kebijakan moneter negara-negara lain.
Sementara euro menduduki posisi kedua dengan dominasi sekitar 19,83%, mata uang lain masih kesulitan menandingi kekuatan dolar.
Situasi ini menimbulkan perdebatan di kalangan ekonom tentang apakah gelar ‘King Dolar’ masih relevan di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Namun, dengan data cadangan devisa yang terus menunjukkan dominasi dolar, para pengamat menilai bahwa meski ada tantangan, dolar AS masih akan menjadi tolok ukur utama dalam sistem keuangan internasional untuk waktu yang akan datang.[dit]
