JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Media online Faktakalbar.id semakin mencuri perhatian publik di tengah maraknya laporan-laporan investigatif mengenai aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Barat.
Berita-berita ini tidak hanya menyuguhkan informasi mendalam mengenai praktik pertambangan yang tidak sesuai aturan, tetapi juga membeberkan rangkaian tekanan, intimidasi fisik, dan transaksi-transaksi yang mencurigakan.
Fakta yang terungkap mengaitkan sejumlah nama besar dengan dugaan kejahatan di sektor tambang, sehingga menimbulkan tanda tanya besar mengenai integritas pihak-pihak terkait.
Selama beberapa waktu, Faktakalbar.id konsisten menjalankan komitmen jurnalistik dengan memberitakan isu-isu publik yang penting, meskipun harus menghadapi tekanan dari berbagai pihak.
Upaya untuk mendiskreditkan media ini melalui tuduhan kriminalisasi, pemerasan, dan ancaman fisik bukanlah hal baru dalam dunia jurnalistik investigatif, khususnya bagi redaksi yang berani mengungkap kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Pada suatu malam yang mencekam tanggal 30 Maret 2025, terjadi transaksi yang mencurigakan. Seorang dengan inisial (AS) secara diam-diam mentransfer Rp15 juta ke rekening pribadi Direktur Faktakalbar.id, Andi Way, melalui perantara bernama Rifki.
Transaksi tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan langsung dari pihak redaksi dan diduga sebagai upaya menjebak serta mendiskreditkan media kritis ini.
Menurut keterangan Rifki, bukti transfer segera diteruskan kepada Pak Andi namun kemudian uang itu harus dikembalikan setelah terjadi konfrontasi.
Hal ini semakin menimbulkan dugaan bahwa modus ini merupakan bagian dari strategi untuk menekan Faktakalbar.id dengan tuduhan pemerasan yang nilainya mencapai Rp5 hingga Rp7 miliar, tuduhan yang juga disebarkan tanpa adanya klarifikasi resmi.
Tidak berhenti pada transaksi mencurigakan tersebut, redaksi Faktakalbar.id juga menerima pesan WhatsApp yang menawarkan uang sebesar Rp5 miliar.
