Tekno  

Facebook Panik? Meta dalam Era Dominasi Media Sosial

WhatsApp/(ilustrasi/@pixabay)

Hal ini menimbulkan keprihatinan mengenai potensi monopoli yang dapat menghambat inovasi dan persaingan yang sehat di industri teknologi.

Sebagai respons atas langkah akuisisi tersebut, FTC menggagas persidangan anti-monopoli yang dijadwalkan berlangsung beberapa hari ke depan.

Persidangan ini berpotensi membuka jalan bagi divestasi terhadap aset-aset strategis seperti Instagram dan WhatsApp, guna menciptakan keseimbangan dalam pasar media sosial.

Khan mengungkapkan bahwa meskipun Meta telah membantah tuduhan monopoli, preseden hukum dan prinsip keadilan dalam perdagangan harus ditegakkan.

“Tak ada tanggal kedaluwarsa ketika melihat ilegalitas dari transaksi ini,” tegasnya. Langkah hukum yang diambil diharapkan dapat menjaga ekosistem persaingan yang sehat sehingga konsumen dan pelaku usaha mendapatkan keuntungan bersama.

Persidangan ini akan menjadi tolok ukur bagi industri media sosial di masa depan, di mana kontrol pasar yang berlebihan harus dihindari demi menjaga inovasi dan keragaman platform digital.[dit]