SGU dan Poltek SSN Sepakati Kerja Sama Pendidikan dan Penelitian Keamanan Siber

. Kolaborasi ini berfokus pada penguatan pendidikan dan penelitian keamanan siber, pertukaran dosen, serta pemanfaatan fasilitas Security Operation Center (SOC) SGU untuk riset dan magang mahasiswa./Dok. SGU

FAKTANASIONAL.NET — Swiss German University (SGU) dan Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) resmi menjalin kemitraan strategis di bidang pendidikan dan penelitian keamanan siber.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kampus Poltek SSN, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7/2026).

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Rektor SGU Samuel P. Kusumocahyo bersama Direktur Poltek SSN Laksamana Pertama TNI Arnoldus Triono.

Kemitraan kedua lembaga pendidikan ini mencakup program pertukaran dosen guna memperkuat mutu tridharma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Di samping itu, SGU membuka pemanfaatan fasilitas Security Operation Center (SOC) milik kampus sebagai sarana riset dan magang bagi mahasiswa.

Rektor SGU, Samuel P. Kusumocahyo, menyatakan bahwa integrasi fasilitas praktis dan pertukaran tenaga pengajar bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan dinamika industri siber yang bergerak cepat.

Baca Juga: SGU dan Endress+Hauser Indonesia Berkolaborasi Siapkan Talenta Hadapi Transformasi Industri

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan pengalaman belajar yang semakin relevan dan aplikatif bagi mahasiswa,” kata Samuel saat acara penandatanganan di Bogor, Selasa (28/7/2026).

Samuel menjelaskan, mekanisme pertukaran dosen akan memperluas wawasan akademik serta memperkaya transfer pengetahuan teknis, sehingga mahasiswa terbiasa menghadapi tantangan serta perkembangan teknologi siber terkini.

Keberadaan SOC SGU juga dinilai bakal memberikan ruang simulasi penanganan ancaman siber secara riil bagi mahasiswa melalui kegiatan penelitian dan magang terstruktur.

Direktur Poltek SSN, Laksamana Pertama TNI Arnoldus Triono, menyambut positif sinergi tersebut sebagai langkah konkret dalam menjembatani teori akademis dengan kebutuhan teknis di lapangan.