Mengapa UNESCO Memilih 23 April sebagai Hari Buku Sedunia?

Mengapa UNESCO Memilih 23 April sebagai Hari Buku Sedunia?

Meningkatkan angka literasi, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Mendorong kreativitas penulis lokal dengan mengadakan lomba menulis, lokakarya, dan pembacaan puisi.

Menggalang diskusi hak cipta, yang melindungi karya penulis dan penerbit agar tetap memiliki insentif berkarya.

Sebagai wujud nyata, lebih dari 100 negara turut serta merayakan Hari Buku Sedunia dengan memilih satu kota setiap tahun sebagai “Ibu Kota Buku Dunia”.

Pada 2025, UNESCO menunjuk Brasil sebagai Ibu Kota Buku Dunia. Berbagai program akan digelar, mulai dari pameran literatur hingga proyek literasi yang bertujuan menanggulangi kemiskinan dan memajukan pendidikan.

Mari kita jadikan 23 April bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan momentum untuk membuka halaman demi halaman, menyalakan imajinasi, dan merayakan keajaiban kata.[dit]