Ketegangan kian memuncak saat India meningkatkan kewaspadaan militer di perbatasan dan memperketat pengawasan wilayah Kashmir.
Data intelijen AS tahun 1980–1990 yang dirilis melalui laporan “Reaksi India ke Pembangunan Nuklir Pakistan” memperingatkan potensi eskalasi konflik ke ranah nuklir.
Menurut Prediksi Spesial Intelijen Nasional (SNIE), serangan India ke fasilitas nuklir Pakistan, misalnya PLT Nuklir Karachi, bisa memicu balasan nuklir langsung.
Skenario terburuk adalah pertukaran serangan nuklir yang mengancam stabilitas kawasan dan keselamatan jutaan warga sipil.
Insiden penembakan di lembah Baisaran menjadi pemicu krisis baru dalam hubungan India–Pakistan. Meski risiko perang nuklir dianggap kecil, miskalkulasi mudah terjadi dalam iklim ketegangan tinggi.
Dialog diplomatik dan upaya mediasi internasional sangat krusial untuk mencegah konflik yang lebih luas.[dit]











