Fakta Nasional

Selat Hormuz Kembali Membara: Blokade AS Picu Ketegangan Global di Timur Tengah

FAKTANASIONAL.NET - Situasi di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran secara resmi menutup kembali Selat Hormuz. Langkah drastis Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ini diambil sebagai balasan langsung atas blokade pelabuhan oleh Amerika Serikat.…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 19 April 2026 📖 1 menit
Selat Hormuz Kembali Membara: Blokade AS Picu Ketegangan Global di Timur Tengah
Blokade berkepanjangan di kawasan ini memicu lonjakan harga energi dan inflasi komoditas industri global./(instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Situasi di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran secara resmi menutup kembali Selat Hormuz. Langkah drastis Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ini diambil sebagai balasan langsung atas blokade pelabuhan oleh Amerika Serikat.

Jalur pelayaran paling vital di dunia ini dipastikan akan tetap lumpuh total hingga Washington bersedia mencabut sanksi maritim mereka, dilansir dari BBC pada 19 April 2026.

Laporan dari UK Maritime Trade Operations (UKMTO) mengonfirmasi adanya serangan terhadap sebuah kapal tanker dan kapal peti kemas di lepas pantai Oman. Ini adalah insiden kekerasan pertama dalam sepuluh hari terakhir yang menandakan rapuhnya keamanan navigasi.

Di saat yang sama, Kementerian Luar Negeri India melaporkan dua kapal berbendera India terlibat dalam insiden penembakan di area selat tersebut.

Meski tensi meningkat, Presiden Donald Trump mengklaim adanya "percakapan yang sangat baik" dengan pihak Iran. Namun, ia menegaskan tidak akan tunduk pada intimidasi terkait penutupan Selat Hormuz.

Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan tengah meninjau proposal baru dari AS. Sementara itu, IDF terus memperketat perimeter keamanan di Lebanon Selatan guna mengantisipasi pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok teroris.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK