Politisi Senayan Warning Pemerintah Soal Dampak Rencana Merger Grab dan GoTo

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan PT Grab Teknologi Indonesia resmi menetapkan pemotongan tarif komisi hanya sebesar 8 persen yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 demi mendongkrak kesejahteraan mitra./net.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M. Hanif Dhakiri, angkat bicara terkait isu rencana merger antara Grab dan GoTo yang belakangan semakin santer dibicarakan publik.

Menurutnya, isu ini bukan sekadar urusan bisnis antarperusahaan, melainkan menyangkut kepentingan strategis nasional, nasib jutaan pekerja digital, serta arah masa depan ekonomi Indonesia.

“Merger ini bukan sekadar penggabungan dua korporasi besar. Ia berpotensi mengubah struktur pasar digital secara signifikan. Negara harus hadir mengatur, mengawasi, dan melindungi, bukan sekadar jadi penonton,” kata Hanif dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Senin (26/5/2025).

Politisi Fraksi PKB ini menilai, jika tidak diantisipasi secara serius, penggabungan dua raksasa teknologi ini bisa menciptakan dominasi pasar di sektor transportasi daring, layanan pesan antar makanan, hingga sistem pembayaran digital.

Menur Hanif, kondisi tersebut bisa menurunkan daya saing, mengancam pelaku UMKM, dan merugikan konsumen serta mitra pengemudi.

Exit mobile version