FAKTANASIONAL.NET – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan kematian dokter internship tidak bisa disimpulkan hanya disebabkan oleh satu faktor. Sejumlah kasus dipengaruhi kondisi kesehatan peserta sebelum menjalani program.
“Saya melihatnya sebetulnya kejadian-kejadian yang memang munculnya secara spontan. Dilatarbelakangi banyak faktor, salah satunya faktor underlying disease yang bersangkutan sebelum masuk di wahana, ada beberapa kasus yang seperti ini,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Kolonel Laut (Purn) Wiweka pada Selasa (28/7/2026).
IDI telah mengusulkan 11 poin evaluasi kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pembatasan beban kerja dokter internship maksimal 40 jam per pekan.
“Begitu ada beberapa kejadian, 2-3 kami dari Ikatan Dokter Indonesia sudah mengajukan usulan ada 11 poin yang kita ajukan ke Kementerian Kesehatan. Salah satunya adalah beban kerja yang memang sesuai dengan apa aturan dan hak asasi itu dibatasi maksimal 40 jam kerja dalam satu minggu,” ujarnya.
Wiweka mengemukakan IDI juga mengusulkan agar peserta internship memperoleh hak-hak sebagaimana pekerja pada umumnya seperti cuti sakit, cuti hamil, dan melahirkan.
“Kemudian hak perorangan, hak asasi manusia lainnya itu kita usulkan untuk diberikan seperti hak dia, cuti sakit, cuti untuk kegiatan. Kan mereka sebagai peserta magang itu sama dengan pekerja, jadi hak-hak sebagai pekerja itu kita usulkan. Cuti hamil, cuti melahirkan dan lain sebagainya,” ujarnya.
IDI juga mengusulkan masa program internship dipangkas dari satu tahun menjadi enam bulan, tapi usulan tersebut masih dalam proses dan belum disetujui pemerintah.
“Kementerian Kesehatan menerima, kecuali yang enam bulan itu belum, dan itu baru diterapkan setelah moratorium baru diterapkan sekarang,” ujarnya.
Namun, kasus kematian dokter internship masih terjadi seperti dua kasus terbaru terjadi pada dokter internship di Lampung dan Kalibata, Jakarta Selatan.
“Kebetulan setelah penerapan itu, ada kejadian dua meninggal, di Lampung satu, di Kalibata kemarin,” katanya.
