Anindya menekankan, “Kerja sama ini bukan sekadar investasi modal, melainkan juga transfer teknologi dan best practice bagi pelaku usaha Indonesia.”
Bagi Prancis, Indonesia merupakan pintu gerbang menuju Asia Tenggara dan kawasan Indo-Pasifik yang tengah tumbuh pesat. Potensi pasar domestik Indonesia yang besar dan demografis yang dinamis menjadi daya tarik utama.
Melalui MoU ini, perusahaan-perusahaan Prancis dapat memperluas jangkauan, khususnya di sektor kehutanan berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, dan digitalisasi industri.
Secara strategis, sinergi antara ASEAN dan Uni Eropa diharapkan mampu menyeimbangkan kekuatan ekonomi global, tidak hanya bersaing, tetapi saling melengkapi.
“Kunci keberhasilan adalah kolaborasi win-win, di mana kedua belah pihak saling menguatkan,” tutup Anindya.[dit]











