Gelombang PHK Melonjak di Indonesia, Analisis Rektor Unair Mohammad Nasih
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Lonjakan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri menjadi sorotan Guru Besar dan Rektor Universitas Airlangga (Unair), Mohammad Nasih. Menurutnya, ketidakpastian ekonomi global mendorong kebijakan…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Lonjakan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri menjadi sorotan Guru Besar dan Rektor Universitas Airlangga (Unair), Mohammad Nasih.
Menurutnya, ketidakpastian ekonomi global mendorong kebijakan efisiensi perusahaan yang memicu PHK massal. Selain itu, regulasi pemerintah yang dinamis dan belum stabil turut memperburuk situasi.
Nasih mengungkapkan bahwa gelombang PHK bukan hanya memengaruhi kondisi ekonomi nasional, tetapi juga menimbulkan kecemasan sosial.
Pengangguran yang meningkat dapat menekan daya beli masyarakat, memperlambat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), serta meningkatkan beban program bantuan sosial.
Namun, ia optimis sektor perbankan bisa membantu menahan laju PHK melalui penyaluran investasi produktif.
Krisis Ekonomi Global – Fluktuasi harga komoditas dan perlambatan perdagangan internasional.
Kebijakan Perusahaan – Restrukturisasi dan pemangkasan biaya operasional yang berdampak pada tenaga kerja.
Regulasi Pemerintah – Perubahan kebijakan perpajakan dan ketenagakerjaan yang belum sepenuhnya memberikan kepastian.
Dampak sosialnya meliputi meningkatnya angka kemiskinan, turunnya konsumsi rumah tangga, dan potensi konflik sosial di daerah padat industri.
Nasih menekankan bahwa bank dapat menjadi katalisator pemulihan ekonomi melalui:
Penyaluran Kredit Investasi ke sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja, seperti manufaktur dan UMKM.
Skema Bunga Rendah untuk industry padat karya agar modal murah dapat mendukung ekspansi usaha.
Diversifikasi Produk Pembiayaan agar usaha mikro dan kecil turut mendapatkan akses kredit.
Menurut Nasih, jika dana bank yang belum tersalurkan difokuskan pada proyek padat karya, angka PHK bisa ditekan signifikan.
Untuk mendorong peningkatan lapangan kerja, pemerintah dan bank perlu berkolaborasi dalam menyusun insentif fiskal dan moneter.
Hal itu, diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar tenaga kerja dan memulihkan kepercayaan pelaku usaha di tengah ketidakpastian global.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.