Lai Ching-te dan Tuduhan ‘Ajaran Sesat’: Menyulut Ketegangan Selat Taiwan

Presiden China(instagram)

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah China pada Senin (23/6/2025) mengecam pidato Presiden Taiwan Lai Ching-te yang menyatakan bahwa “Taiwan tentu saja adalah sebuah negara.” Beijing menuduh Lai menyebarkan “ajaran sesat”, permusuhan, dan provokasi, serta mempertimbangkan langkah hukuman sebagai respons.

Dalam pidatonya, Lai menegaskan bahwa ada bukti sejarah dan dasar hukum kuat yang membuktikan status kedaulatan Taiwan sebagai negara merdeka. Ia menyebut Republik Rakyat China tidak pernah memerintah Taiwan secara sah, sehingga klaim Beijing atas pulau itu tak berdasar.

Ucapan ini memicu kemarahan Beijing, yang menganggap setiap pernyataan semacam itu sebagai langkah separatisme yang membahayakan stabilitas kawasan.

Menghadapi pidato Lai, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah “mengambil tindakan yang diperlukan” dan siap menerapkan hukuman.

Sepanjang beberapa pekan terakhir, militer China menggelar latihan besar–besar: simulasi blokade pelabuhan, penyerangan sasaran pantai, hingga patroli rutin di Selat Taiwan, jalur air selebar 180 km yang memisahkan daratan China dan pulau Taiwan.

Exit mobile version