“Jika delusi memicu kesalahan lebih besar, Iran tidak ragu menunjukkan kemampuan nyata yang akan mengakhiri semua ilusi tentang kekuatan kami,” tegasnya.
Pernyataan ini mempertegas aliansi strategis AS–Israel sekaligus menegaskan ambisi Iran di kancah global.
Meskipun perang 12 hari telah diakhiri dengan gencatan senjata pada 24 Juni 2025, ketegangan pascakonflik masih tinggi. Klaim kemenangan Khamenei dan sikap keras Trump pascakonflik berpotensi memicu dinamika baru dalam hubungan AS–Iran–Israel.
Sindiran Araghchi, meski retoris, menyorot betapa pentingnya dukungan militer AS bagi Israel dan sekaligus memperlihatkan kekuatan diplomasi publik Iran.[dit]











