Hilirisasi tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru, terutama bagi perempuan dan pelaku mikro. Di masa tantangan PHK, bisnis olahan ayam dan lele olahan beku bisa menjadi solusi economic resilience. Kebijakan pendampingan dan akses permodalan akan mempercepat adopsi teknologi pengemasan vakum dan marinating, sehingga produk lokal semakin kompetitif.
Dengan menciptakan ekosistem pangan terintegrasi—mulai dari produksi hingga pemasaran olahan—Indonesia tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi desa. Dukungan kebijakan fiskal, pembiayaan UMKM, dan pelatihan kewirausahaan menjadi kunci agar target swasembada berlanjut dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.[dit]
