JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada komoditas telur dan ayam. Pencapaian ini menandai keberhasilan pemerintah dan peternak dalam memenuhi kebutuhan protein hewani domestik tanpa impor.
Namun, Kepala Bapanas Arief Prasetyo menegaskan bahwa upaya tidak berhenti di situ: hilirisasi produk pangan harus diperkuat untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan pelaku usaha.
Meskipun produksi ayam dan telur melimpah, sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah. Dengan memproses menjadi produk siap saji—seperti nugget, ayam ungkep, atau RTE (ready to eat)—peternak dan pelaku UKM dapat meraih margin keuntungan lebih tinggi.
Contoh sukses di satu RT yang menjual ayam geprek 150 porsi per hari dengan harga Rp 20.000 memperlihatkan besarnya potensi added value.
