JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Sektor pertambangan di Indonesia telah lama menjadi tulang punggung ekonomi, namun citranya tak lepas dari isu emisi karbon yang tinggi.
Salah satu kontributor utamanya adalah penggunaan kendaraan operasional dan alat berat yang masih bergantung pada teknologi konvensional. Truk-truk pengangkut raksasa dan mesin lainnya menjadi sumber polusi signifikan, sehingga transisi menuju operasional yang lebih hijau menjadi sebuah keharusan mendesak.
Peralihan ini bukan sekadar tanggung jawab lingkungan, tetapi juga tuntutan bisnis modern. Untuk mendorong percepatan adopsi teknologi ramah lingkungan, peran pemerintah melalui kebijakan insentif sangatlah krusial.
Tanpa adanya dukungan fiskal atau kemudahan regulasi, perusahaan tambang akan menghadapi beban investasi yang sangat besar yang dapat mengganggu arus kas dan keberlangsungan usaha mereka.











