Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menegaskan bahwa variasi metode pembayaran ini merupakan bagian dari strategi menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif.
“Pengguna datang dari latar belakang berbeda dengan kebiasaan transaksi yang juga beragam. Karena itu, kami membuat sistem pembayaran yang fleksibel agar masyarakat bisa memilih cara paling sesuai. Prinsipnya sederhana: perjalanan harus mudah tanpa hambatan,” jelas Purnomosidi.
Sejak Januari hingga 22 September 2025, jumlah pengguna LRT Jabodebek tercatat mencapai 20.044.291 penumpang. Angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi modern yang mudah diakses dengan beragam opsi pembayaran.
Dengan fleksibilitas sistem nontunai ini, LRT Jabodebek berharap masyarakat semakin nyaman memanfaatkan transportasi publik, sehingga mobilitas harian menjadi lebih lancar, praktis, dan sesuai kebutuhan pengguna.[zul]










