Hingga Sabtu (4/10/2025), satu rumah di Kelurahan Sukaraya masih tergenang air setinggi sekitar 20 sentimeter.
Selain itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Jumat (3/10/2025) malam. Kebakaran melanda lahan seluas tiga hektare di Kelurahan Tellumpanua, Kecamatan Suppa.
Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Sabtu (4/10/2025) setelah berupaya selama beberapa jam.
Menanggapi serangkaian peristiwa tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di tengah musim hujan.
Warga diharapkan turut berpartisipasi melalui kegiatan pencegahan sederhana seperti membersihkan saluran air, memangkas ranting pohon rawan tumbang, serta memantau peringatan dini cuaca dari BMKG.
“Pemerintah daerah juga perlu melakukan pengecekan terhadap infrastruktur pengendali banjir seperti tanggul dan bendungan, agar siap menghadapi potensi peningkatan curah hujan,” kata BNPB dalam keterangan resminya, Minggu (5/10).
Selain bencana hidrometeorologi, BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa bumi dan erupsi gunung api, mengingat kondisi geologi Indonesia yang kompleks.[zul]
