Fakta Nasional

LPDP Catat Defisit Tiga Tahun Berturut, Jumlah Penerima Beasiswa Dikurangi

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan mencatatkan defisit anggaran selama tiga tahun terakhir. Meski saldo dana abadi masih tinggi, tren pengeluaran yang meningkat melebihi pendapatan membuat lemb…

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 12 October 2025 📖 2 menit
LPDP Catat Defisit Tiga Tahun Berturut, Jumlah Penerima Beasiswa Dikurangi

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan mencatatkan defisit anggaran selama tiga tahun terakhir. Meski saldo dana abadi masih tinggi, tren pengeluaran yang meningkat melebihi pendapatan membuat lembaga pengelola beasiswa ini perlu melakukan penyesuaian kebijakan, termasuk membatasi jumlah penerima beasiswa baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyampaikan bahwa hingga 30 September 2025, saldo Dana Abadi LPDP tercatat sebesar Rp154,11 triliun. Namun dari sisi kinerja keuangan, LPDP diperkirakan kembali mengalami defisit.

“Pendapatan LPDP tahun ini sekitar Rp6,82 triliun, sementara belanja mencapai Rp7,46 triliun. Jadi kemungkinan Dana Abadi Pendidikan (DAP) 2025 akan defisit, meski masih bisa tertutupi dengan surplus dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Sudarto dalam keterangannya di Bogor, Jawa Barat, dikutip Sabtu (11/10/2025).

Kondisi defisit ini bukan kali pertama terjadi. Pada 2023, LPDP mencatat pendapatan sebesar Rp9,33 triliun dengan belanja Rp9,85 triliun. Setahun kemudian, pada 2024, pendapatan mencapai Rp10,95 triliun sementara belanja naik menjadi Rp11,86 triliun.

Sebaliknya, pada periode 2020–2022, LPDP justru menunjukkan kinerja positif. Pada 2020, lembaga ini membukukan pendapatan Rp3,92 triliun dengan belanja Rp2,02 triliun. Tahun berikutnya, pendapatan mencapai Rp4,51 triliun dan pengeluaran Rp3,08 triliun. Tren serupa terjadi pada 2022, dengan pendapatan Rp6,39 triliun dan belanja Rp4,93 triliun.

“Kalau di 2020, 2021, dan 2022 pendapatannya lebih tinggi daripada belanja. Tapi mulai 2023 dan 2024 justru belanja yang meningkat,” jelas Sudarto.

Ia mengakui, lonjakan pengeluaran terjadi karena meningkatnya jumlah pendaftar dan mahasiswa penerima beasiswa yang dikirim ke luar negeri. Menurutnya, minat masyarakat untuk mengikuti program beasiswa LPDP tumbuh signifikan dalam dua tahun terakhir.

“Pendaftarnya naik tajam sekali. Tahun 2025 ini jumlah pendaftar mencapai 78 ribu orang, tapi yang diterima hanya sekitar 4 ribu awardee,” ungkap Sudarto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI.

Sebagai langkah penyesuaian, LPDP akan membatasi jumlah penerima beasiswa pada 2025 dan 2026. Kebijakan ini diambil agar pengelolaan dana abadi tetap berkelanjutan.

Pada 2024, LPDP menerima 52.842 pendaftar, namun hanya 8.592 orang yang lolos seleksi. Sementara pada 2023, dari 33.396 pendaftar, sebanyak 9.358 orang ditetapkan sebagai penerima beasiswa. Artinya, tahun ini terjadi penurunan jumlah penerima yang cukup signifikan.

Sudarto memastikan, meskipun jumlah awardee dikurangi, komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas pendidikan dan akses bagi putra-putri terbaik bangsa tetap menjadi prioritas utama.

“Kami ingin memastikan keberlanjutan Dana Abadi Pendidikan, agar generasi mendatang tetap punya kesempatan yang sama,” tutupnya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK