KESEHATAN, FAKTANASIONAL.NET – Mi instan tidak dapat dipungkiri telah menjadi makanan favorit banyak kalangan di Indonesia. Alasannya jelas: praktis, murah, dan rasanya yang kuat di lidah. Namun, di balik kenikmatan tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa mi instan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Ada batas aman yang perlu diperhatikan agar tubuh tetap sehat.
Kandungan gizi dalam mi instan sering menjadi sorotan karena dianggap tidak seimbang. Makanan ini cenderung tinggi karbohidrat, lemak jenuh, dan natrium, namun sangat rendah kandungan protein, vitamin, serta mineral esensial.
Risiko Sindrom Metabolik pada Wanita
Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Tri Kurniawati, memberikan saran tegas terkait frekuensi konsumsi mi instan. Menurutnya, batas aman maksimal adalah dua bungkus per minggu. “Konsumsi mi instan lebih dari dua bungkus seminggu dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik pada wanita,” jelas Tri.











