Dalam catatan sejarah, Bung Karno bahkan menyebut perpindahan pemerintahan ke Yogyakarta sebagai upaya “mendirikan banteng Republik”, sebagaimana dikisahkan dalam wawancaranya bersama Cindy Adams dalam buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (2011).
Momentum sejarah itu, lanjut Esti, menjadi alasan kuat bagi PDIP untuk kembali mengobarkan semangat persatuan melalui peringatan Sumpah Pemuda — terutama di tengah menguatnya politik identitas dan polarisasi masyarakat.
“Inti dari Sumpah Pemuda adalah persatuan. Dan Yogyakarta adalah tempat di mana revolusi persatuan republik ini meledak,” tegas Esti.
Melalui Merah Muda Fest, PDIP ingin menghadirkan ruang yang inklusif bagi anak muda untuk merayakan kreativitas, memperdalam makna Sumpah Pemuda, dan meneguhkan semangat kebangsaan.
Selain gelar wicara, acara juga akan dimeriahkan oleh berbagai permainan tradisional, bazar UMKM, serta penampilan musik oleh Ndarboy yang akan menjadi penutup kemeriahan malam itu.











