“Semut di seberang lautan kelihatan tetapi Gajah di depan mata sendiri tidak kelihatan,” tukas AR. Kambuaya.
Pengungsi 62 Distrik sejak 2018 dan Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya belum mendapat perhatian serius.
Bahkan konflik ini membuat mereka hidup terasing dari kampung halamannya. Menumpang di berbagai kota hidup sebagai pengungsi.
Belum ada solusi permanen konflik Papua sehingga belum ada jaminan kepastian kapan mereka akan pulang.
Sebentar lagi akan tutup Tahun 2025. Moment Natal Bagi Umat Kristen yang akan di rayakan dengan penuh hikmat gembira berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, bagi pengungsi konflik Papua itu mustahil.
“Jika kebijakan yang sama tidak diberikan kepada Papua maka Pancasila sila ke 5 Telah Mati.”
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai landasan filosofis kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menjadi pedoman moral dan arah bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Adil dalam kebijakan, Adil dalam Program dan Kemanusian. Solidaritas untuk Palestina harus sama juga solidaritas untuk Konflik Papua,” tuntas Kambuaya.











