Penguatan rupiah ini didukung oleh faktor eksternal, yakni melemahnya dominasi dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau terkoreksi 0,20% ke level 100,006 pada pukul 15.00 WIB. Pelemahan ini menandakan pelaku pasar mulai mengurangi kepemilikan aset berdominasi dolar, memberikan ruang penguatan bagi mata uang lain, termasuk rupiah, setelah dolar AS reli panjang sejak akhir Oktober.
Dilema Data Ekonomi AS
Menariknya, pelemahan dolar terjadi meskipun data ekonomi AS menunjukkan sinyal kuat. Rilis data ADP private payrolls dan survei ISM jasa yang melampaui ekspektasi memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih solid. Namun, data yang kuat ini justru menimbulkan keraguan pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Federal Reserve pada Desember mendatang. Hal ini menyusul nada hati-hati yang disampaikan Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya mengenai pelonggaran kebijakan lebih lanjut.[dit]
