Guncangan Global dan Domestic: Rupiah Tertekan, Ditutup Melemah ke Rp16.695 per Dolar AS

/(ilustrasi/@pixabay)

Meskipun tekanan eksternal kuat, dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa otoritas moneter akan aktif melakukan langkah-langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot maupun pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Intervensi ini dilakukan untuk meredam volatilitas dan menjaga rupiah tetap stabil, meskipun berpotensi memengaruhi cadangan devisa.

Proyeksi Rupiah Stabil di Tengah Risiko Arus Modal Keluar

Perry Warjiyo juga memberikan proyeksi nilai tukar rupiah ke depan. Ia memperkirakan nilai tukar rupiah hingga akhir tahun 2025 akan bergerak stabil di kisaran Rp16.440/US$. Sementara itu, rata-rata kurs rupiah pada tahun 2026 diproyeksikan sedikit lebih kuat di sekitar Rp16.430/US$. Proyeksi ini dinilai realistis, mengingat kondisi global yang masih sangat volatil serta risiko arus modal keluar yang diperkirakan masih tinggi. Pernyataan BI ini menunjukkan bahwa otoritas moneter bersikap hati-hati namun tetap optimis dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berlanjut.[dit]

Exit mobile version