JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (12/11/2025). Data dari Refinitiv mencatat bahwa kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup di zona merah, terkoreksi sebesar 0,09% dan berada pada level Rp16.695/US$. Pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang yang cukup ketat, yaitu antara Rp16.680 hingga Rp16.725 per dolar AS.
Tekanan pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh faktor eksternal, yakni menguatnya Indeks Dolar AS (DXY). Indeks yang menjadi tolok ukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia ini terpantau menguat tipis 0,06% di posisi 99.505 pada pukul 15.00 WIB. Kekhawatiran global semakin meningkat menjelang pemungutan suara penting di Dewan Perwakilan Rakyat AS (House of Representatives) yang dijadwalkan berlangsung sore waktu setempat. Voting ini akan menentukan apakah government shutdown terpanjang dalam sejarah AS, yang sudah berlangsung sejak 1 Oktober 2025, akan berakhir atau justru berlanjut. Ketidakpastian politik ini membuat para investor global cenderung beralih ke dolar AS sebagai aset safe haven, sekaligus menjauhi aset berisiko seperti mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Intervensi BI Menjaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global
