Badai PHK di Negeri Sultan: Lebih dari 3.000 Bisnis Kuliner Singapura Tutup!

Ekonomi/ilustrasi/@pixabay)

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Singapura, yang selama ini dikenal sebagai ikon kemapanan ekonomi, kini menghadapi krisis yang nyata di sektor kuliner. Laporan mencatat bahwa lebih dari 3.000 bisnis kuliner (F&B) di sana gulung tikar sepanjang tahun lalu. Angka ini setara dengan rata-rata 250 restoran tutup setiap bulannya, menjadikannya jumlah penutupan tertinggi dalam hampir dua dekade. Fenomena ini tidak hanya menimpa bisnis baru, tetapi juga menyeret restoran legendaris, seperti Ka-Soh, restoran Kanton berusia 86 tahun yang terpaksa menyajikan sup ikan terakhirnya.

Pemilik generasi ketiga Ka-Soh, Cedric Tang, mengungkapkan perasaannya yang “kalah” meskipun sudah berjuang keras. Keputusan sulit ini diambil karena mereka tidak mungkin menaikkan harga jual makanan. Ka-Soh, sebagai bisnis warisan, ingin mempertahankan esensi ‘keterjangkauan’ bagi pelanggan setia mereka. Nasib serupa dialami oleh Burp Kitchen & Bar dan Prive Group. Bahkan, mantan pemilik restoran, Chua Ee Chien, menyebutkan bahwa restoran yang paling ‘sehat’ pun kesulitan bertahan, termasuk dua restoran yang masuk dalam Michelin Guide Singapura.

Biaya Sewa Mencekik dan Dampak Investor Properti

Exit mobile version