JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah signifikan dengan meminta seluruh kepala daerah untuk menghentikan tradisi pengerahan massa siswa atau pelajar sekolah dalam menyambut kunjungannya ke daerah. Kebiasaan yang sudah berlangsung sejak era Orde Baru ini sering menimbulkan kontroversi dan kritik, dinilai sebagai praktik feodalistik yang melanggar hak-anak.
Prioritas Pendidikan di Atas Seremonial
Meskipun merasa terkesan dengan sambutan hangat para pelajar saat kunjungannya ke Solo dan Bantul, Presiden Prabowo menegaskan bahwa anak-anak sekolah seharusnya tetap fokus belajar di sekolah. Ia merasa kasihan melihat pelajar harus menunggu lama di bawah terik matahari, yang dikhawatirkan mengurangi waktu jam sekolah mereka. Presiden lantas menginstruksikan Sekretaris Kabinet untuk segera mengirimkan surat kepada seluruh kepala daerah agar tidak lagi memobilisasi pelajar untuk penyambutan.











