Pelemahan rupiah semakin diperparah oleh penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS melanjutkan kenaikannya sejak Rabu, didorong oleh kembali turunnya ekspektasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada Desember mendatang. Sentimen ini diperkuat oleh ketidakpastian data tenaga kerja AS.
FOMC Minutes Perkuat Tahan Suku Bunga Lebih Lama
Laporan nonfarm payrolls (NFP) untuk Oktober tidak dapat dipublikasikan akibat dampak penutupan pemerintahan (government shutdown) yang berkepanjangan. Minimnya ketersediaan data ekonomi menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) membuat pasar memperkirakan The Fed akan cenderung mempertahankan suku bunga lebih lama. Risalah rapat The Fed (FOMC Minutes) yang dirilis tadi malam juga memperkuat pandangan tersebut, di mana mayoritas pejabat memilih menahan pemangkasan suku bunga pada Desember. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap dolar AS dan memberikan tekanan signifikan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.[dit]











