Menurut Rosmawati Zebuah, salah satu kerabat korban, kabar keselamatan warga baru ia terima pada Minggu, 30 November, setelah adiknya berhasil mencari jaringan komunikasi di Pandan. Untuk keluar dari hutan dan mencari pertolongan, adik Rosmawati yang berusia 25 tahun, harus melakukan aksi nekat. Ia memberanikan diri berenang menyeberangi sungai yang arusnya masih tinggi dan berbahaya.
Penyelamatan Mandiri Setelah Kelaparan
Keputusan untuk menyeberang dan mencari bantuan dilakukan karena kondisi puluhan warga yang terjebak di hutan sudah mulai kelaparan. Setelah berhasil mencapai Huta Bolon, Kecamatan Tukka, adiknya lantas menemui keluarga-keluarga dari warga yang terjebak untuk mengabarkan keselamatan mereka dan mencari pertolongan lebih lanjut. Kisah ini menyoroti semangat bertahan hidup warga di tengah bencana yang melanda Tapanuli Tengah.[dit]
