Guntur menegaskan bahwa PDIP tidak memiliki kapasitas untuk berkomentar soal itu, karena partai telah menegaskan sikapnya sebagai politik penimbang yang berada di luar pemerintahan.
“Sikap kami [PDIP] tetap menegaskan di luar pemerintahan dan sebagai politik penyeimbang,” ujarnya.
Meskipun demikian, ia memberikan catatan kritis. Guntur Romli mengingatkan, koalisi yang disebut permanen itu jangan sampai menjelmakan kepada kekuasaan yang absolut.
“Jangan lupa, kekuasaan yang absolut bisa juga merusak power absolut,” pungkas Guntur Romli.
Hal itu disampaikannya demi menekankan pentingnya mekanisme checks and balances dalam sistem politik. Ia menambahkan bahwa urusan kontestasi 2029 masih terlalu jauh untuk dikomentari secara serius.











