Waspada Penipuan! Bea Cukai Perkuat Pertahanan Publik dengan Kampanye STOP-CEK-LAPOR
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memperketat pertahanan publik menyusul lonjakan kasus penipuan yang mencatut nama instansi tersebut. Hingga November 2025, DJBC menerima 7.219 laporan penipuan, di mana 2.751 kasu…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memperketat pertahanan publik menyusul lonjakan kasus penipuan yang mencatut nama instansi tersebut. Hingga November 2025, DJBC menerima 7.219 laporan penipuan, di mana 2.751 kasus mengakibatkan kerugian materi bagi korban. Direktur Komunikasi Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, mengungkapkan bahwa mayoritas (61,8%) modus penipuan berasal dari aktivitas belanja online, menyoroti perlunya literasi kepabeanan yang lebih baik di masyarakat, 11 Desember 2025.
STOP-CEK-LAPOR: Tiga Langkah Jitu Melawan Penipuan
Menanggapi kerentanan ini, DJBC meluncurkan kampanye edukasi berskala nasional bertajuk "STOP-CEK-LAPOR". Kampanye ini bertujuan membantu masyarakat mengenali ciri-ciri penipuan, memverifikasi informasi, dan melaporkan tindakan mencurigakan. Para pelaku modern sering menggunakan taktik intimidasi, seperti ancaman paket tertahan atau denda mendadak.
Verifikasi dan Jaminan Resmi Bea Cukai
Langkah-langkah kampanye ini sederhana: STOP (berhenti sejenak, jangan terburu-buru transfer); CEK (verifikasi informasi melalui kanal resmi: Bravo Bea Cukai 1500225, situs beacukai.go.id, atau akun media sosial resmi); dan LAPOR (laporkan upaya penipuan ke kanal pengaduan Bea Cukai). Nirwala menegaskan kembali jaminan penting: Bea Cukai tidak pernah meminta pembayaran melalui rekening pribadi, dan pengguna jasa memiliki waktu pembayaran yang cukup. Informasi aman juga tersedia di Laman AmanBersama.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.