Erosi tanah menyebabkan pupuk yang diaplikasikan seringkali hanyut, sehingga pertumbuhan jagung menjadi tidak seragam dan ukuran tongkol relatif kecil.
Polri tidak tinggal diam menghadapi kendala tersebut. Rencana perbaikan telah disusun, termasuk pembentukan sistem drainase yang lebih baik dan penambahan lapisan top soil menggunakan kompos.
Penataan ulang area tanam menjadi blok-blok yang lebih efektif diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pada fase berikutnya.
Komitmen ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan ini dirancang untuk keberlanjutan jangka panjang.[dit]
