Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan potensi gangguan keamanan di pusat-pusat keramaian yang menjadi titik kumpul warga selama perayaan pergantian tahun.
Sebanyak 312.314 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini, yang didukung oleh hampir 3.000 pos pengamanan dan pelayanan.
Irjen Ritonga menegaskan bahwa tugas Polri bukan sekadar menjaga ketertiban fisik, melainkan juga menjaga nilai spiritual dan kenyamanan mobilitas warga.
Dengan koordinasi yang ketat, diharapkan potensi bencana dan gangguan publik dapat ditekan seminimal mungkin selama masa libur panjang.[dit]











