Rendahnya daya beli membuat masyarakat dan pelaku usaha cenderung berhati-hati dalam mengambil pinjaman. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kenaikan angka kredit macet (NPL) jika pertumbuhan ekonomi tidak segera menemukan mesin penggerak baru.
Para analis menilai bahwa fondasi ekonomi saat ini belum cukup kuat untuk melakukan akselerasi tinggi secara instan. Indonesia memang jauh dari potensi krisis, namun dibutuhkan strategi baru agar pertumbuhan tidak stagnan di angka 5%.
Faktor global yang berubah cepat menuntut pemerintah untuk lebih kreatif dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas nasional di berbagai sektor.[dit]











