Keberhasilan mendapatkan kontrak dari Qualcomm akan menjadi validasi penting bagi kemampuan teknologi fabrikasi mutakhir yang dikembangkan oleh raksasa Korea tersebut.
Jika kerja sama ini terwujud, chipset masa depan akan menawarkan performa yang lebih tinggi dengan konsumsi daya yang lebih efisien.
Hal ini tidak hanya menguntungkan produsen smartphone, tetapi juga industri kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan dukungan pemrosesan data yang sangat cepat.[dit]











